Percakapan yang tiba-tiba berhenti belum tentu percakapan yang hilang. Pelanggan bisa terdistraksi, chat-nya kepencet minimize, atau lupa membalas karena sibuk. Fitur Auto Follow Up memungkinkan AI Agent mengirim pesan lanjutan secara otomatis ketika kontak tidak membalas dalam jangka waktu yang Anda tentukan β memberi Anda kesempatan kedua untuk menutup penjualan, mengonfirmasi booking, atau menindaklanjuti pertanyaan tanpa harus mengandalkan ingatan tim.
Halaman ini menjelaskan cara kerja fitur ini, cara memilih antara dua tipe follow-up, dan menyediakan contoh siap pakai yang bisa Anda adaptasi untuk bisnis Anda.

Cara Kerja Auto Follow Up
Ketika Auto Follow Up aktif, AI Agent akan memantau setiap percakapan. Jika kontak berhenti membalas dan melewati durasi delay yang Anda atur, Agent akan mengirim follow-up secara otomatis β entah berupa pesan statis yang Anda tulis apa adanya, atau pesan yang disusun AI berdasarkan konteks percakapan yang sudah terjadi.
Beberapa hal yang perlu dipahami sebelum mengatur follow-up pertama Anda:
- Timer dihitung dari pesan terakhir. Begitu kontak membalas, timer akan di-reset. Follow-up hanya akan terkirim jika kontak benar-benar diam selama durasi delay penuh.
- Anda bisa menumpuk beberapa follow-up. Buat satu follow-up yang jalan setelah 30 menit, satu lagi setelah 3 jam, dan satu lagi setelah 1 hari. Urutannya mengikuti urutan pembuatan.
- Setiap follow-up bisa handoff ke manusia. Jika follow-up tersebut adalah "percobaan terakhir," Anda bisa mengaktifkan opsi agar AI berhenti auto-reply dan percakapan langsung di-assign ke pemilik utama organisasi setelah pesan terkirim.
- Toggle aktif/nonaktif tidak menghapus apa pun. Menonaktifkan follow-up hanya menghentikan pengirimannya tanpa menghapus konfigurasinya. Cocok untuk menjeda kampanye musiman tanpa kehilangan pengaturan yang sudah dibuat.
Follow-up berada di dalam menu setup AI Agent β layar yang sama tempat Anda mengatur system prompt, knowledge base, dan tools. Setiap AI Agent memiliki set follow-up sendiri, jadi Agent yang berbeda (misalnya sales vs. support) bisa punya strategi re-engagement yang berbeda.
Mengakses Auto Follow Up
Buka menu AI Agent β Setup pada Agent yang ingin Anda konfigurasi, lalu klik tab Follow Up. Jika belum ada follow-up yang dibuat, Anda akan melihat kartu kosong dengan tombol Add Follow-up.
Setiap follow-up di daftar menampilkan nama, tipe (AI Prompt atau Exact Message), delay, dan apakah handoff setelah kirim aktif. Gunakan toggle di sebelah kanan tiap baris untuk mengaktifkan atau menonaktifkan follow-up tanpa perlu menghapusnya.
Dua Tipe Follow-Up
Auto Follow Up mendukung dua mode. Pilih yang paling pas dengan pesan yang ingin Anda kirim.
Exact Message
Mengirim pesan yang sudah Anda tulis persis apa adanya β tanpa interpretasi, tanpa variasi. Ini pilihan yang tepat ketika:
- Kata-kata dan wording penting (copy promosi, pengumuman legal, CTA spesifik)
- Follow-up harus identik untuk setiap kontak, apa pun konteks percakapannya
Cocok untuk: reminder promo, foto produk, pesan "keranjang Anda masih menunggu," reminder pembayaran dengan QR code.
AI Prompt
Alih-alih pesan tetap, Anda menulis instruksi untuk AI. Agent kemudian akan membaca riwayat percakapan dan menyusun follow-up kontekstual berdasarkan instruksi Anda. Ini pilihan yang tepat ketika:
- Pesan harus merujuk ke apa yang pelanggan bicarakan sebelumnya
- Kondisi pelanggan berbeda (sudah beli vs. belum, tanya soal X vs. Y) membutuhkan respons berbeda
- Anda ingin nada pesan menyesuaikan dengan nada percakapan sebelumnya
Cocok untuk: lead nurturing, check-in pasca-penjualan, re-engage pelanggan yang menanyakan sesuatu yang open-ended.
Jika Anda sedang menulis AI Prompt tapi terasa seperti menulis "kirim teks ini," kemungkinan besar Anda sebenarnya butuh Exact Message. AI Prompt baru berguna ketika ada keputusan yang perlu AI ambil berdasarkan konteks percakapan.
Field Konfigurasi
Saat Anda mengklik Add Follow-up, form akan menampilkan field-field berikut:
| Field | Deskripsi |
|---|---|
| Name | Label internal untuk referensi Anda (contoh: "Reminder Keranjang β 30 menit"). Tidak ditampilkan ke pelanggan. |
| Type | Exact Message atau AI Prompt. |
| Delay | Berapa lama kontak harus diam sebelum follow-up terkirim. Nilai antara 1β30, unit menit, jam, atau hari. |
| Content | Teks pesan (Exact Message) atau instruksi untuk AI (AI Prompt). Maksimal 5.000 karakter. |
| Attached Images | Maksimal 5 gambar (JPEG, PNG, GIF, WebP), masing-masing 5 MB. Berlaku untuk kedua tipe follow-up β gambar dikirim sebagai bubble terpisah setelah teks (Exact Message) atau setelah balasan yang disusun AI (AI Prompt). Muncul setelah follow-up disimpan pertama kali. |
| Handoff After Sending | Jika dicentang, AI berhenti auto-reply dan percakapan di-assign ke pemilik utama organisasi tepat setelah follow-up terkirim. |
| Active | Toggle utama aktif/nonaktif untuk follow-up ini. |

Gambar hanya bisa dilampirkan setelah follow-up dibuat dan disimpan sekali. Ini karena gambar diupload berdasarkan ID follow-up. Jika Anda membuat follow-up Exact Message baru yang butuh gambar, simpan dulu teksnya, lalu buka lagi untuk edit dan lampirkan gambarnya.
Contoh Exact Message
Gunakan contoh berikut sebagai titik awal untuk skenario umum. Setiap contoh menyertakan copy lengkap yang bisa langsung Anda tempel ke field Content.
Contoh 1: Reminder Keranjang Ditinggal β Nudge 30 Menit
Skenario: Pelanggan sempat menanyakan produk, terlihat berminat, mungkin sudah konfirmasi ukuran atau warna, lalu menghilang. Nudge singkat yang hangat sering kali cukup untuk menarik mereka kembali.
- Name: Keranjang Ditinggal β 30 menit
- Type: Exact Message
- Delay: 30 menit
- Attached images: 1β2 foto produk
Content:
Code
Contoh 2: Reminder Promo Edisi Spesial dengan Countdown
Skenario: Pelanggan sempat menanyakan produk saat ada kampanye berbatas waktu. Ingatkan mereka soal deadline tanpa terasa memaksa.
- Name: Hampers Edisi Spesial β reminder 2 jam
- Type: Exact Message
- Delay: 2 jam
- Attached images: foto hampers + poster promo
Content:
Code
Contoh 3: Konfirmasi Konsultasi β Close di Hari yang Sama
Skenario: Calon klien sudah tanya slot konsultasi tapi belum mengonfirmasi waktunya. Jika tidak di-follow-up di hari yang sama, lead biasanya dingin.
- Name: Konsultasi β konfirmasi 3 jam
- Type: Exact Message
- Delay: 3 jam
- Handoff After Sending: aktif (agar konsultan langsung mengambil alih)
Content:
Code
Contoh AI Prompt
Untuk follow-up tipe AI Prompt, Anda tidak sedang menulis pesan yang diterima pelanggan β Anda menulis instruksi yang akan diikuti AI. Anggap saja Anda sedang brief rekan kerja tentang apa yang harus ia sampaikan sebelum ia menyusun balasannya sendiri.
Sama seperti Exact Message, follow-up tipe AI Prompt juga bisa menyertakan gambar lampiran β maksimal 5. AI yang menyusun teksnya, gambar dikirim sebagai bubble terpisah setelahnya. Ini berguna ketika teks AI perlu dipasangkan dengan visual yang konsisten (poster promo, foto produk, halaman katalog) apa pun variasi teks yang dihasilkan.
Contoh 1: Percabangan Berdasarkan Status Pembelian
Skenario: Pelanggan menghilang di tengah percakapan dan belum jelas apakah pembelian sudah terjadi atau belum. Biarkan AI memeriksa riwayat percakapan dan menyesuaikan nadanya.
- Name: Follow-up Cerdas Pasca-Minat
- Type: AI Prompt
- Delay: 1 jam
- Attached images: 1 snapshot katalog produk (selalu terkirim β pilih gambar yang relevan di ketiga cabang skenario, bukan hanya untuk cabang yang menyebut promo)
Content:
Code
Contoh 2: Check-in Pasca-Support 1 Hari
Skenario: Satu hari setelah percakapan support, cek apakah masalah pelanggan benar-benar selesai. Resolusi yang berbeda membutuhkan follow-up yang berbeda.
- Name: Check Resolusi Support β 1 hari
- Type: AI Prompt
- Delay: 1 hari
- Handoff After Sending: aktif (agar kalau ada keluhan baru, langsung dipegang manusia)
Content:
Code
Contoh 3: Nurture Lead B2B β Merujuk Kebutuhan Spesifik
Skenario: Prospek B2B sempat diskusi eksploratif, menyebutkan pain point spesifik, lalu menghilang. Follow-up yang merujuk ke masalah nyata mereka punya conversion yang jauh lebih tinggi daripada "just checking in" generik.
- Name: Nurture B2B β 3 hari
- Type: AI Prompt
- Delay: 3 hari
- Attached images: 1β2 halaman studi kasus yang relevan (dikirim sebagai bubble tepat setelah teks AI, memperkuat penawaran langkah selanjutnya)
Content:
Code
Merancang Sequence Follow-Up
Follow-up tunggal berguna. Tapi sequence yang dirancang baiklah yang benar-benar menghasilkan recovery. Pola yang umum digunakan seperti ini:
| # | Delay | Tipe | Tujuan |
|---|---|---|---|
| 1 | 30 menit | Exact Message | Nudge halus β "masih di sana kak?" |
| 2 | 4 jam | AI Prompt | Re-engage kontekstual merujuk ke pembahasan sebelumnya |
| 3 | 1 hari | Exact Message | Penawaran terakhir atau reminder promo, dengan handoff aktif |
Hal yang perlu diperhatikan saat menumpuk follow-up:
- Berhenti saat pelanggan membalas. Timer akan di-reset setiap ada pesan masuk dari pelanggan, jadi pelanggan yang kembali di tengah sequence tidak akan menerima follow-up berikutnya kecuali mereka diam lagi.
- Aktifkan handoff di langkah terakhir. Follow-up terakhir biasanya layak ditindaklanjuti manusia. Handoff aktif memastikan balasan pelanggan setelahnya langsung masuk ke rekan tim, bukan kembali ke loop AI.
- Jangan terlalu banyak. Lebih dari 3β4 follow-up dalam satu sequence mulai terasa seperti spam. Kalau siklus konversi Anda memang panjang (misalnya B2B yang butuh berminggu-minggu), gunakan Broadcast untuk tahapan lanjutannya.
Best Practice
Tulis Seperti Manusia, Bukan Template
Pertanda paling jelas bahwa follow-up itu otomatis adalah ketika bahasanya terasa seperti mail-merge. Tulis seperti Anda sedang chat teman yang lupa membalas β singkat, hangat, sedikit santai. Bahkan brand profesional pun tetap diuntungkan oleh follow-up yang terdengar seperti dikirim orang sungguhan.
Pilih Delay yang Sesuai Siklus Keputusan
Pesan kopi butuh keputusan 10 menit. Pembelian furniture butuh berhari-hari. Sesuaikan delay Anda dengan waktu berpikir yang wajar untuk produk tersebut.
| Jenis pembelian | Delay follow-up pertama yang umum |
|---|---|
| F&B, barang impulsif | 15β30 menit |
| Fashion, aksesori, kecantikan | 1β3 jam |
| Elektronik, perabot | 4β12 jam |
| Produk high-value atau B2B | 1β3 hari |
Selalu Berikan Jalan Keluar
Setiap follow-up harus membuat pelanggan merasa nyaman untuk bilang "belum sekarang" tanpa merasa canggung. Satu kalimat seperti β "kalau sekarang belum pas, tinggal kabari, saya berhenti chat dulu" β sangat menurunkan kemungkinan pelanggan memblokir nomor.
Tes Dulu Sebelum Diaktifkan
Gunakan tab Testing untuk mensimulasikan percakapan, biarkan senyap, dan verifikasi bahwa follow-up terkirim dengan isi dan nada yang benar. Testing sangat penting terutama untuk follow-up tipe AI Prompt β interpretasi AI terhadap instruksi Anda mungkin butuh beberapa kali penyesuaian sebelum benar-benar pas.
Jika Anda mengaktifkan Handoff After Sending di sebuah follow-up, pastikan tim Anda benar-benar memantau inbox di jam follow-up itu akan terkirim. Follow-up yang handoff ke antrian kosong akan membuat percakapan pelanggan tidak tertangani.
Beri Nama Jelas untuk Follow-Up Musiman
Follow-up yang terkait promo tertentu (misalnya "Hampers Akhir Tahun BOGO") sebaiknya diberi nama dengan nama kampanyenya, supaya Anda ingat untuk menonaktifkannya ketika kampanye selesai. Pesan promo yang sudah kadaluarsa tapi masih terkirim adalah salah satu masalah yang paling sering kami temukan.
Langkah Selanjutnya
- Contoh Perilaku AI Agent β Pastikan kepribadian umum Agent sudah tertata sebelum menambahkan follow-up.
- Handoff via Prompt β Tentukan tim atau agen mana yang mengambil alih ketika follow-up harus di-eskalasi ke manusia.
- Menguji AI Agent β Simulasikan percakapan senyap dan verifikasi bahwa follow-up Anda bekerja sesuai harapan.
